Tips Kecantikan

Karyawan Wanita Janganlah Kerap Tampak Menangis di Kantor

Bila Anda terasa emosi Anda tengah diuji dengan semua kekecewaaan serta kegagalan di kantor, jadi Anda fikir panjang sebelumnya pada akhirnya air mata Anda tumpah tanpa ada kendali.

Sebab, menurut periset dari Belanda, Niels van de Ven, menangis di lingkungan kerja dapat membahayakan penambahan karir Anda. Kenapa sekian?

“Apa yang orang lain saksikan saat rekanan kerja menangis yaitu seorang yg tidak kompeten, ” terang van de Ven.

Alhasil, orang yang kerap menangis dikira kurang dapat dalam merampungkan pekerjaan serta bikin orang kurang yakin untuk bekerja dalam satu tim.

Kimberly Elsbach, seseorang profesor jurusan manajemen di University of California, mensupport pernyataan van de Ven itu.

Elsbach mewawancara beberapa ratus responden yang pernah menangis di lingkungan kerja. Nyatanya, memanglah benar ada efek negatif memerlihatkan kekurangan di kantor.

Penemuan Elsbach juga temukan kalau dalam lingkungan kerja tak ada rekan yang sepenuhnya, tetapi beberapa rekanan kerja yang baik serta tak baik.

“Salah satu responden yang kami wawancara menyampaikan, pernah di tawarkan untuk memperoleh posisi lebih tinggi. Lantas, satu hari dia menangis dalam satu rapat kerja. Akhirnya, promosi itu tak pernah datang, ” terang Elsbach.

Terkecuali dikira kurang kompeten, kerap menangis di kantor bikin karyawan dilihat manipulatif serta berniat menangis untuk memperoleh apa yang mereka kehendaki.

“Saya rasa ini harus mesti di terima kalau pandangan orang di lingkungan kerja pada tangisan condong negatif dari pada positif, ” ujarnya.

Karyawan Wanita Lebih Cepat Menyerah Saat Negosiasi Gaji

Survey paling baru dari Glassdoor mengungkap, beberapa karyawan pria di Amerika tiga kali lebih berhasil memohon kenaikan upah di banding karyawan wanita.

Berdasar pada survey dengan cara on-line pada 2. 015 orang dewasa, mereka menamukan, cuma empat % wanita yang menyampaikan kalau negosiasi upah mereka sukses, di banding 15 % pria.

Riset itu jadi cerminan untuk karyawan wanita serta pria di semua dunia.

Kenapa pria lebih sukses dalam negosiasi upah daripada wanita? Nyatanya, menurut riset yang sama, wanita lebih cepat menyerah daripada pria waktu memohon kenaikan upah.

Ada 77 % wanita yang menyampaikan mereka terima tawaran upah pertama mereka tanpa ada negosiasi. Disamping itu, cuma ada 56 % pria yang terima upah tanpa ada negosiasi. Bekasnya, bersikeras untuk lakukan negosiasi.

Tetapi, faktaya, ada 68 % karyawan wanita yang tidak suka atau senang dengan angka upah yang masalahnya tidak dinegosiasikan. Lantas, sejumlah 52 % pria mengakui kalau mereka senang dengan upah yang tidak dinegosiasi.

Riset itu menyimpulkan, karyawan pria condong lebih berinisiatif untuk buka perbincangan negosiasi upah serta memperjuangkan angka upahnya.

Oleh karenanya, sesungguhnya saat ini tidak ada kelirunya untuk wanita untuk ingin berjuang dengan upahnya.

Sebab, jangan pernah masa datang malah jadi menyesal serta tidak senang dengan angka upah sendiri.

Tidakkah semua sesuatunya yang terkait dengan karir pantas untuk diperjuangkan, tidak kecuali masalah upah?

Leave a Reply