Uncategorized

Tips Aman dan nyaman di pemondokan Haji dan Umroh

pemondokan umroh

Sepanjang 40 hari jamaah haji Indonesia bakal ada di Arab Saudi. Beberapa tamu Allah SWT ini bakal bermalam di pemondokan yang sudah diputuskan Kementerian Agama. Th. ini, jamaah tempati pemondokan setara hotel bintang tiga sepanjang tinggal di Madinah serta Makkah.

Jamaah haji Indonesia yang jumlahnya meraih 155 ribu orang pasti mempunyai latar belakang budaya, kebiasaan, serta pendidikan yang bermacam. Karena itu, rutinitas sepanjang di daerah semasing bakal tidak sama dengan yang bakal dihadapi sepanjang di Tanah Suci.

Satu diantara hal yang butuh di perhatikan beberapa jamaah yaitu langkah tinggal di pemondokan sepanjang ada di Tanah Suci. Nah, supaya nyaman serta aman sepanjang tinggal di pemondokan di bawah ini panduan yang butuh di perhatikan beberapa jamaah.

Pertama, ketahui serta senantiasa mengingat pemondokan Anda. Yang paling utama Anda kerjakan, ketahui serta hapalkan nama hotel tempat Anda tinggal. Diluar itu, nomer serta letak pemondokan/hotel juga butuh Anda ingat. Ini utama supaya saat Anda tersasar atau lupa jalan pulang dari masjid atau pasar, Anda dapat dengan gampang bertanya posisi tempat Anda bermalam.

Oh ya, lokasi pemondokan terkadang juga dipengaruhi oleh biaya yang kita bayar. Baik biaya haji maupun biaya umroh, oleh karenanya pastikan anda menanyakan hal ini kepada travel yang digunakan. Untuk informasi biaya umroh 2017, silahkan lihat disini

Ke-2, melindungi kebersihan kamar hotel/pemondokan serta lingkungan sekitarnya. Melindungi kebersihan begitu utama dikerjakan. Terlebih, dalam satu kamar Anda bakal tinggal dengan sebagian orang. Senantiasa bersihkan kamar dengan cara teratur. Atur masalah sehari-hari. Buang sampah pada tempat yang disiapkan. Tak mengotori dinding, memaku dinding, merokok dalam gedung, serta buang air asal-asalan.

Ketiga, jamaah lelaki serta wanita mesti terpisah. Kementerian Agama sudah mengambil keputusan ketentuan kamar jamaah lelaki serta wanita mesti terpisah. Sebaiknya, ketentuan itu ditaati. Janganlah merubah ketentuan yang sudah diputuskan. Pembelahan kamar dikerjakan untuk hindari fitnah serta beberapa hal yang tidak dikehendaki berlangsung.

Ke empat, cermati pemakaian alat listrik. Tiap-tiap th. momen kebakaran di kamar hotel/pemondokan jamaah senantiasa berlangsung. Hal semacam itu akibat lupanya jamaah dalam memakai perlengkapan listrik sepanjang di kamar hotel/pemondokan.

Karenanya, cermati pemakaian alat-alat listrik, seperti setrika, pemanas air (heater). Ingat, tidak bisa memasak didalam kamar. Memasaklah ditempat yang sudah disiapkan. Bila tidak ada tempat memasak, baiknya makan di kafetaria yang sudah disiapkan hotel.

Ke lima, menjemur baju pada tempat yang sudah disiapkan. Jangan sampai menjemur baju didalam kamar. Lantaran, itu bakal bikin kamar jadi kumuh serta kotor. Jemurlah baju ditempat yang sudah disiapkan pihak hotel.

Ke enam, titipkan kunci pada resepsionis ketika keluar. Di tiap-tiap hotel ada resepsionis. Bila Anda bakal keluar hotel/pemondokan, baiknya titipkan kunci untuk hindari hilangnya kunci. Bahkan juga, bila ada area untuk menyimpan barang bernilai/duit di hotel tambah baik titipkan ketika Anda bakal keluar.

Baca juga: http://dolphintravelmate.com/open-trip-pulau-komodo/

Ketika anak-ana bertanya soal haji, ini caranya

Mendekati puncak musim haji, anak-anak bakal sering mendengar berita mengenai perjalanan haji yang dikerjakan oleh beberapa Muslim. Tetapi, banyak dari mereka yg tidak memahami apakah itu haji.

Saat anak-anak ajukan pertanyaan mengenai hal itu pada orang tuanya, beberapa orangtua sering kesusahan untuk memberi keterangan. Seperti diambil On Islam, terdapat banyak panduan yang dapat diaplikasikan untuk menerangkan beberapa hal berkaitan beribadah haji lewat cara yang gampang pada anak-anak.

Pertama, sudah pasti sediakan buku-buku maupun gambar-gambar yang bercerita masalah haji. Jawablah pertanyaan mereka berdasar pada buku atau artikel mengenai haji. Hingga, anak-anak meyakini kalau apa yang orangtua terangkan benar serta sudah diterangkan dalam satu buku. Orangtua juga membutuhkan photo, gambar, poster, video, atau peta supaya keterangan yang didapatkan lebih mengasyikkan.

Dalam menerangkan masalah haji, orangtua butuh menggarisbawahi beberapa latar belakang sejarah serta sebagian rencana keimanan dalam Islam. Salah satunya, mengenai lima rukun Islam yang salah nya ialah perintah untuk menggerakkan beribadah haji untuk beberapa Muslim yang dapat.

Katakan juga mengenai Nabi Ibrahim yang ikhlas mengorbankan anaknya untuk tunjukkan keimanannya pada Allah. Diluar itu, terangkan bagaimana Muslim dengan beragam keragamannya berkumpul di Tanah Suci untuk menyembah Allah.

Supaya bikin keterangan masalah haji jadi lebih menarik, orangtua bisa sediakan jenis Ka’bah yang di buat dari kardus sisa yang dicat hitam. Demonstrasikan bagaimana Muslim lakukan tawaf melingkari Ka’’bah sembari memuja kebesaran Allah. Ajak juga sang anak untuk turut mengerjakannya. Semakin lebih menarik apabila orangtua juga bikin jenis baju ihram untuk anak-anak supaya mereka tahu baju seperti apa yang digunakan waktu melakukan beribadah haji.

Janganlah lupa terangkan apa ketidaksamaan lakukan perjalanan haji dengan perjalanan wisata umum. Diluar itu, apa sajakah yang dikerjakan oleh beberapa Muslim di Arafah, Muzdalifa, serta Mina. Terangkan faedah menggerakkan haji. Bagaimana haji dapat bikin Muslim jadi tambah baik beribadah serta keimanannya sekembali dari perjalanan haji.

Apabila keterangan yang didapatkan sudah cukup komplit, tak ada kelirunya untuk bikin quiz atau memberi beberapa pertanyaan pada sang anak mengenai haji. Ini supaya orangtua tahu seberapa banyak mereka memahami serta ingat mengenai apa yang sudah diterangkan.

Latest posts by Roma Widyanto (see all)

Leave a Reply